Wednesday, December 13, 2017
Home > MotoGP > Keburukan Dorna Seorang Pembalap Terungkap

Keburukan Dorna Seorang Pembalap Terungkap

 

Racce”GP – Seperti yang diketahui, Dorna telah lama berkecimpung sebagai pengelola sebuah kejuaraan dunia balapan GP. Karena perusahaan yang berbasis di Madrid tersebut, sejak tahun 1992 sudah menjadi pemegang hak komersial eksklusif dan hak siar televisi Kejuaraan Dunia Balapan GP Motor (kini MotoGP).

Pada hari Jumat (9/12/2016) seperti yang telah dilaporkan GPOne, pembalap WSBK dari tim Aruba tersebut, Ducati, Chaz Davies, baru saja mengungkapkan keburukan Dorna Sports. Menurut juara dunia World Supersport GP (600cc) 2011 bersama Yamaha tersebut, perusahaan profesional pengelola WSBK tersebut, telah melontarkan peraturan tidak sesuai tertulis kepada setiap para pembalap.

“Balapan MotoGP Adalah Persaingan ! !

Tujuan pembalap tersebut, agar terciptanya rivalitas di luar lintasan antar sesama pembalap motor kelas produksi 1000cc. Namun, tampaknya ada maksud tersembunyi lain dari hati Dorna. Dengan terciptanya rivalitas antara para pembalap tidak cukup hanya di dalam lintasan, maka berbagai media massa dunia bakalan lebih tertarik dan intens lagi menyorot WSBK. Artinya, siaran langsung WSBK dan juga profil setiap pembalap dan timnya, bakal semakin populer ke seluruh dunia yang ada.

Namun akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Chaz Daviez yang musim lalu finis sebagai salah satu runner-up klasemen akhir, dan musim ini turun pada peringkat ketiga, keduanya ketika saat membela tim Ducati.Sarana yang di berikan oleh Dorna duduk bersama kami (para pembalap WSBK) dan menyuruh kami , agar sering kami lebih beradu argumen, dan juga memiliki rasa saling membenci antara kebersamaan para pembalap,” sembur Chaz Davies kepada MCN Sport.

“Saya (Chaz Daviez) duduk bersebelahan dengan Jonathan Rea (juara WSBK 2015-16) dan ia (Dorna) melihat ke arah kepada kami berdua, seraya menyuruh kami, untuk menciptakan hal yang mereka kemukakan tersebut,”Yang pada 2007 melakukan debut MotoGP bersama tim Pramac D’Antin Ducati pada Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat (finis ke-16).

“Saya memahami apa yang mereka katakan dan mereka inginkan tersebut, Akab tetapi saya ada berada di sini (lintasan) untuk hanya melakukan balapan motor yang pantas dan tidak peduli jika saya harus bermasalah dengan para pembalap yang lainnya. Jika seseorang ingin jatuh (di aspal dan keluar lintasan) bersama saya, itu cukup lebih bagus. Karena saya akan menggeber motor lebih maksimal cepat ketika saya merasa marah. Namun akan tetapi, saya tidak akan berusaha mencari sebuah perkelahian (perseteruan antar pembalap),” tutup Davies.

Sedang eks direktur eksekutif WSB Dorna yang juga menjadi salah satu pengelola MotoGP, Xavier Alonso, membalas komentar dari Chaz Davies. “Para pembalap top WSBK dalam posisi keadaan nyaman di sana. Mereka butuh lebih banyak pertarungan yang mereka lewatin, ini adalah hal yang saya minta (kepada mereka) di sepanjang waktu. Mereka merupakan para pembalap yang cukup fantastis. Tapi, saya tidak menginginkan melihat sebuah keluarga bahagia di paddock. Saya mau melihat sebuah full balapan (di dalam maupun di luar lintasan),” ungkapan dari Alonso.”Salam Olahraga (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *